Berbelanja bahan makanan sehari-hari bisa menjadi tantangan tersendiri bagi penderita diabetes. Seringkali, sebuah produk diklaim “sehat” atau “bebas kolesterol”, namun di balik kemasannya, terdapat kandungan yang bisa memicu lonjakan gula darah. Memahami cara membaca label nutrisi bukan sekadar hobi, melainkan keterampilan penting agar pengelolaan diabetes Anda tetap berada di jalur yang tepat.
Dalam artikel ini, kita akan membongkar rahasia di balik tabel informasi nilai gizi dan mengenali “palsu” atau nama lain dari pemanis yang sering kali menipu mata konsumen.
1. Memahami Tabel Informasi Nilai Gizi (Nutrition Facts)
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah Takaran Saji (Serving Size). Angka-angka nutrisi yang tertera di label hanya berlaku untuk satu porsi, bukan untuk seluruh isi kemasan.
- Total Karbohidrat: Jangan hanya melihat baris “Gula”. Perhatikan total karbohidrat, karena semua jenis karbohidrat pada akhirnya akan diubah menjadi gula oleh tubuh.
- Serat Pangan (Fiber): Pilihlah produk yang tinggi serat. Serat membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, yang sangat krusial bagi stabilitas diabetes Anda.
2. Waspada terhadap “Nama Samaran” Gula
Produsen sering kali menggunakan nama ilmiah atau istilah teknis untuk mencantumkan pemanis tambahan. Jika Anda melihat istilah berikut pada daftar komposisi, itu berarti produk tersebut mengandung gula:
- Istilah berakhiran “-osa”: Dekstrosa, fruktosa, glukosa, laktosa, dan maltosa.
- Sirup dan Konsentrat: Sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS), sirup agave, sirup malt, dan sari buah pekat.
- Pemanis Alami namun Padat Kalori: Madu, gula kelapa, tetes tebu (molasses), dan gula aren. Meskipun alami, bahan-bahan ini tetap dapat menaikkan kadar gula darah dengan cepat.
3. Urutan Komposisi Adalah Kunci
Daftar komposisi (ingredients) disusun berdasarkan beratnya, dari yang paling banyak hingga yang paling sedikit. Jika salah satu bentuk gula (atau nama samarannya) muncul di tiga urutan pertama, berarti produk tersebut mengandung pemanis tambahan dalam jumlah yang signifikan. Bagi penderita diabetes, produk seperti ini sebaiknya dihindari atau dikonsumsi dalam jumlah yang sangat terbatas.
4. Klaim “Tanpa Gula Tambahan” (No Added Sugar)
Hati-hati dengan label “Tanpa Gula Tambahan”. Klaim ini bukan berarti produk tersebut bebas gula. Produk tersebut mungkin masih mengandung gula alami yang tinggi, seperti pada jus buah kemasan atau susu. Selalu periksa kembali tabel nutrisi untuk melihat total gram gula dan karbohidrat per sajian.
5. Strategi Belanja yang Aman
Agar pengelolaan diabetes harian Anda lebih mudah, cobalah menerapkan tips belanja berikut:
- Pilih Makanan Utuh (Whole Foods): Sayuran segar, kacang-kacangan, dan protein tanpa lemak tidak memerlukan label rumit karena kadar gula alaminya lebih mudah diprediksi.
- Bandingkan Dua Produk: Jangan ragu untuk memegang dua kotak produk yang serupa dan bandingkan mana yang memiliki kandungan serat lebih tinggi dan kadar gula tambahan lebih rendah.
Kesimpulan
Mengetahui apa yang masuk ke dalam tubuh adalah kunci utama dalam mengontrol diabetes. Dengan meluangkan waktu sejenak untuk membaca label nutrisi di supermarket, Anda telah mengambil langkah besar untuk mencegah lonjakan gula darah yang tidak diinginkan. Jadilah konsumen yang teliti, karena kesehatan Anda dimulai dari apa yang Anda masukkan ke dalam keranjang belanja.
